Blog resmi MASJID BAITURRAHIIM Rt 04 Rw 04 Kel. Ledeng Kec. Cidadap Kota Bandung, blog ini merupakan sarana untuk berbagi informasi dan mempererat tali silaturahmi sesama muslim khususnya jamaah masjid Baiturrahim


Petuah Nabi Ihwal Menjenguk Orang Sakit


NABI BERSABDA
HAK ORANG MUSLIM ATAS MUSLIM LAINNYA ADA LIMA: MENJAWAB SALAM, MENJENGUK YANG SAKIT, MENGANTARKAN JENAZAH, MENDATANGI UNDANGANNYA, DAN MENDOAKANNYA KETIKA BERSIN.”
Nabi Muhammad saw. Adalah seorang manusia yang sangat sabar. Meski sering di caci-maki oleh orang-orang kafir, beliau tetap tabah, bukan hanya itu beliau juga sering di ludahi saat berdakwah, tetapi, ketika orang yang suka meludahi nabi itu diterpa sakit, beliau menjenguknya. Bahkan beliau adalah orang yang pertama kali menjenguknya ketika  ia sakit, karena prilaku Nabi yang mulia inilah, orang itupun masuk Islam.
    Apa yang tersurat dari hal di atas adalah sebuah anjuran bahwa menjenguk orang sakit itu penting dilakukan. Sebab hikmahnya sangatlah banyak. Kepada musuh atau orang yang kita benci sekalipun, perbuatan ini bisa melembutkan hati mereka untuk berkawan lebih baik dengan kita. Kepada sahabat atau orang yang kita cintai, perbuatan ini bisa menguatkan tali persaudaraan yang telah terjalin.
    Dalam satu hadist yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib nabi bersabda”tidaklah seorang muslim menjenguk orang muslim di pagi hari, sehingga tujuh puluh ribu malaikat akan berdoa untuknya sampai sore dan jika dia menjenguk sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan berdoa untuknya sampai pagi dan dia akan memetik buah di surga.”  Ulama sendiri berbeda pendapat mengenai hukum menjenguk orang sakit. Menurut Imam Bukhari, menjenguk orang sakit hukumnya wajib. Pendapat ini terdapat dalam kitab shahih-nya dengan judul bab Wujubi ‘Iyadatil-maridh (Bab wajibnya menjenguk orang sakit).
    Ibnu Baththal berpendapat bahwa menjenguk orang sakit hukumnya wajib dalam arti  wajib kifayah, seperti orang memberi makan orang lapar dan melepaskan tawanan: dan boleh jadi mandub(sunnah) untuk menyambung kekeluargaan dan kasih sayang. Menurut jumhur ulama, pada asalnya hukum menjenguk orang sakit adalah sunnah, tetapi kadang-kadang bisa menjadi wajib bagi kasus-kasus tertentu. Yusup al-Qaradhawi  di dalam fatwa-fatwa kontemporer menulis bahwa hukum menjenguk orang sakit adalah fardhu kifayah, artinya jangan sampai tidak ada seorang pun yang menjenguk untuk menanyakan keadaan si sakit dan menjenguknya, serta mendoakannya agar sembuh dan sehat.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menjenguk oang sakit. Ini penting kita terapkan agar orang sakit yang kita kunjungi mendapatkan “obat tambahan” dari kita, selain dokter.

1.Hendaklah tidak lama dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit, bahkan berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya.
2. Hendaknya mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya, seperti mengatakan:”bagaimana keadaanmu”
3. Mendoakan si sakit agar cepat sembuh. Ibnu Abbas telah meriwayatkan bahwa Nabi bila menjenguk orang sakit, maka beliau mengucapkan:tidak apa-apa, sehat (bersih) Insya Allah)” (HR. Bukhari). Dan berdoa tiga kali sebagaimana dilakukan Nabi.
4. Mengusap si sakit dengan tangan kanannya dan berdoa: “Hilangkan kesengsaraan (penyakitnya) wahai tuhan bag manusia, sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”(muttafaq ‘alaihi)
5. Mengingat si sakit untuk bersabar atas taqdir Allah dan jangan mengatakan “tidak akan cepat sembuh”, dan hendaknya tidak mengharapkan kematiannya sekalipun penyakitnya sudah kronis.
6. Hendaknya mentalkin kalimat syahadat bila ajalnya akan tiba seraya memejamkan kedua matanya dan mendoakannya. Nabi bersabda. “Talkinlah orang yang akan meninggal diantara kamu “La ilaha illalah””.(HR.Muslim)
Demikianlah hal yang harus kita perhatikan saat menjenguk orang sakit. Kehadiran kita di antara orang yang sakit dapat menjadi  obat spiritual yang mungkin tidak didapatkannya dari dokter . “Pengobatan itu tidak seluruhnya bersifat materiil (kebendaan),”  tulis Yusup al-Qaradhawi dalam fatwa-fatwa kontemporer

Orang Pertama yang Dihukum di Akhirat

Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu debu yang bertebangan.” (QS al-Furqan(25): 23).

Amal seseorang Muslim yang banyak, bukanlah jaminan akan mengantarkannya ke surga. Acapkali kita mendengar kisah kehidupam orang-orang pada masa Tabi’in dan Rasulullah, yang amalnya banyak namun tidak bernilai dihadapan Allah, seperti kisah yang diceritakan Rasulullah ini kepada para sahabatnya. Rasulullah saw bersabda, “Pada hari kiamat Allah akan menghukum semua makhluk dan semua makhluk bertekuk lutut. Pada hari itu orang yang pertama sekasli akan dipanggil ialah orang yang mengerti al-Quran yang kedua yang mati di jalan Allah, dan ketiga orang kaya.
   Allah akan bertanya kepada orang yang mengerti al-Quran,” Bukanlah Aku telah mengajar kepadamu apa yang Aku turunkan kepada utusan-Ku? Orang itu menjawab,”benar ya tuhanku. Aku telah memelajarinya diwaktu malam dan mengerjakannya di waktu siang.” Allah berfirman.”Dusta! Kamu hanya mau digelari sebagai Qari dan Qoriah, malaikat juga berkata demikian.”
Berikutnya datang orang kedua, lalu Allah bertanya, “kenapa kamu terbunuh?” jawab orang itu, “ Aku  telah berperang untuk menegakkan agama-Mu. “ Alloh berkata.”Dusta! Kamu hanya ingin disebut pahlawan yang gagah berani dan kamu telah mendapat gelar itu, malaikat berkata demikian.”
   Kemudian datang orang ke tiga, lalu Alloh bertanya, “Apa yang kamu lakukan terhadap harta yang Aku berikan kepadamu?” Orang itu menjawab,” Aku gunakan untuk membantu keluargaku dan juga untuk bersedekah.” lantas Alloh berkata, “Dusta! Kamu hanya ingin disebut dermawan dan kamu telah mendapatkan sebutan itu, malaikat juga berkata demikian. “Rasululloh saw bersabda lagi, “Ketiga orang inilah yang pertama-tama akan dibakar dalam api neraka.”
Sahabatku, Saudaraku…yang di rahmati Alloh berhati hati terhadap tipu daya nafsu dan syetan. Tetaplah  ikhlas saat beramal, carilah ridha Alloh. Jangan sampai kita dimasukan ke dalam neraka gara-gara niat yang tidak lurus ketika beramal.
 Konsultasi keislaman bersama Ustadz Yahya edisi 34
1. Pa.Ust! Maaf sebelumnya saya seorang ibu rumah tangga yang punya problem  masalah kelurga suami saya sudah tidak tidak mempunyai ayah, terus dia masih ngebiayain adik dan ibunya, sedangkan suami saya sudah mempunyai anak dan istri, apakah saya seorang istri boleh melarang suami saya untuk tidak ngebiayain keluarganya lagi, sedangkan sekarang sudah berbeda, apakah dosa untukku trimakasih ! 08965660xxxx
Jawab: Saudariku yang di rahmati Alloh, bersyukurlah bahwa saudari mempunyai suami yang shaleh, berbaktinya seorang suami kepada ibunya akan membawa keberkahan pada istri dan anaknya. Sebagai istri shalehah, tidak berhak melarang suaminya membiayai ibunya dan merupakan suatu perbuatan dosa bila seorang suami  lebih mementingkan istrinya daripada ibunya tentunya tidak memperdulikan istri dan anak-anaknya. Dan bagi setiap istri syukurilah apa-apa yang diberikan suaminya karena rasulullah telah bersabda bahwa yang maknanya surga dan neraka seorang istri ada pada suaminya (ketaatan dalam hal yang tidak bertentangan dengan agama).
2. Ust saya punya masalah dulu saya bekerja tapi berhenti karena pekerjaannya sangat menyita waktu untuk melaksanakan shalat saja selalu terlambat, sekarang saya jualan tapi penghasilan sangat minim, yang jadi masalah istri saya seperti kurang ridho dengan nafkah yang sedikit saya harus bagaiman? 08193228xxxx
Jawab: bismillah saudaraku sahabatku..semoga tetap bersabar. Saudara terus saja berusaha dan berdoa juga menasehati  istri. Dengan keadaan sekarang, dan yakinlah pada istri saudara bahwa kehidupan dunia bukanlah segala-galanya dan Alloh memutarkan kehidupan ini.  bukan berarti saudara menyerah pada nasib seharusnya nasib yang harus menyerah pada saudara, teruskan maksimalkan potensi saudara, dan janji Alloh setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan.
3. Ustad dulu ada yang bertanya tentang tarikat boleh ga utk mengikutinya, kt Ust ga boleh kalau gitu bgmn dengan abdul ghoni jaelani bukannya gol tarekat qadariyah mhn pjlsnnya? 0852538xxxx
Jawab: Saudaraku yang di rahmati Allah Sebenarnya Syaikh Abdul Godir Jaelani bukanlah seorang pendiri Tarekat, baik itu tareqat qodariah ataupun yang lainnya, sebagaimana banyak disangka dan kedustaan yang di buat-buat atas nama beliau Rahimahullah. Subhanalloh beliau seorang Ulama Ahlussunah wal jamaah yang terbebas dari cerita cerita palsu tersebut. Lihat buku golongan selamat karya Syaihk Mehammad Jamil Zainu.
4. Ust saya punya anak 3 dikampung sama ibunya, saya kalau pulang ke rumah perasaan ga nyaman apalagi kalau setoran kurang saya berusaha untuk menahan emosi tapi tetap ga kuat bolehkan saya menceraikannya gara-gara istri sering marah-marah dan kurang bersyukur? 022 91732xxx
Jawab: Ya. Sahabatku.. sebaiknya pikirkan matang-matang dampak dari suatu perceraian, mungkin anak-anaklah yang menjadi korban, meskipun boleh saja seorang suami menceraikan istri yang tidak bersyukur pada suami, tapi ini hendaknya yang terakhir bila tidak ada jalan yang lain Wallahu A’lam

Kepada  kaum muslimin yang akan menjadi Donatur untuk pembangunan/Renovasi  masjid Ar-Rahman bagi yang berniat untuk menyisihkan sebagian hartanya silahkan hub DKM Ar-Rahman atau Via rekeningBank Muamalat no rek 0158465148 Konfirmasi ke no 081573741844 / 081321839703
                                     DONATUR UNTUK PEMBANGUNAN/RENOVASI MASJID
1. PEMKOT Kesra Bandung       Rp   6. 500,000, 00
2. Hamba Allah                            Rp   4. 500.000, 00
3. Hamba Allah                            Rp         50.000, 00
4. Hamba Allah                            Rp         50.000, 00
5. Hamba Allah                            Rp       150.000, 00   
6. Hamba Allah                            Rp       100.000, 00
                                                     Rp. 11.450.000. 00                                                        
Jazakumullahu khairan katsiraa

Semoga semua amal ibadah bapak,ibu, saudara diterima Allah SWT. Dan Semoga Allah yang Maha Melihat, Maha mendengar. Maha menyaksikan  bapak, Ibu sekeluarga selalu ada dalam keadaan sehat wal afiat dan berada dalam LindunganNya. Amin



















Labels: akhirat, amal, bersin, hadist, ikhlas, jenazah, materi, nabi, orang sakit, petuah

Thanks for reading Petuah Nabi Ihwal Menjenguk Orang Sakit. Please share...!

0 Comment for "Petuah Nabi Ihwal Menjenguk Orang Sakit"

Back To Top